Selamat Datang Saudaraku di Keluarga Besar GERAKAN SEDEKAH BATU KAJANG, Mari ulurkan sebagian rezeki yg Allah berikan utk membantu adik-adik yatim piatu & saudara kita yg masih sangat membutuhkan khususnya di sekitar daerah Batu Kajang-Paser-KALIMANTAN TIMUR...!

Senin, 13 April 2020

Sebar sedekah saat virus Corona

Ustadz Sri Sukasno tetap semangat sebar sedekah atas nama gerakan sedekah batu kajang... semoga Allah selalu melindungi pak ustadz sekeluarga dan amal sedekah teman teman semua diterima Allah.. aamiin..
Ucapan syukur dan doa mulia dari saudara saudara kita yg tidak mampu dan adik adik yatim piatu selalu terpanjatkam ut seluruh donatur disini
Dibawah ini dokumentasi sebar sedekah pada Senin 13 April 2020






Share:

Selasa, 30 Juli 2019

Motivasi -BERBAIK SANGKA itu INDAH

BERBAIK SANGKA itu INDAH

Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu,
tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak menyerah.

Cara Allah menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan pundakmu,
sehingga kau mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu

Cara Allah menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa

Hidup itu ...

Butuh masalah supaya kita punya kekuatan, Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras,
Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati,
Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai,
Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur,
Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta, Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri

Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, tidak pula untuk menetap.

Jika ia berakhir dengan KEIKHLASAN,
ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Allah.

Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus, karena dia Sungguh mengajari hati kita bahwa  BERBAIK SANGKA itu INDAH

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•
Share:

Sabtu, 27 Juli 2019

Motivasi -Hati-hati BILA USIA TELAH SAMPAI 40 TAHUN

Hati-hati BILA USIA TELAH SAMPAI 40 TAHUN ◾

Allah Ta'ala berfirman :

ุญَุชَّู‰ ุฅَุฐَุง ุจَู„َุบَ ุฃَุดُุฏَّู‡ُ ูˆَุจَู„َุบَ ุฃَุฑْุจَุนِูŠْู†َ ุณَู†َุฉً ู‚َุงู„َ ุฑَุจِّ ุฃَูˆْุฒِุนْู†ِู‰ ุฃَู†ْ ุฃَุดْูƒُุฑَ ู†ِุนْู…َุชَูƒَ ุงู„َّุชِู‰ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠَّ ูˆَุนَู„َู‰ ูˆَุงู„ِุฏَูŠَّ ูˆَุฃَู†ْ ุฃَุนْู…َู„َ ุตَุงู„ِุญًุง ุชَุฑْุถَุงู‡ُ ูˆَุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِู‰ ูِู‰ ุฐُุฑِّูŠَّุชِู‰ ุฅِู†ِّู‰ ุชُุจْุชُ ุฅِู„َูŠْูƒَ ูˆَุฅِู†ِّู‰ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ

"...Sehingga apabila dia telah dewasa dan usianya sampai 40 tahun, ia berdoa : "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim" (QS. Al-Ahqaf [46] : 15).

Bila Usia 40 Tahun, maka manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya...

Bila Usia 40 Tahun, maka hendaknya manusia memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak syukur...

Bila Usia 40 Tahun, maka meningkatnya minat seseorang terhadap agama, sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Banyak yang mulai menutup aurat dan mengikuti kajian-kajian agama. Jika ada orang yang telah mencapai usia ini, namun belum ada juga minatnya terhadap agama, maka bisa jadi pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia...

Bila Usia 40 Tahun, maka tidak lagi banyak memikirkan "masa depan" keduniaan, mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat...

Bila Usia 40 Tahun, jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina dll, maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut...

Bila Usia 40 Tahun, maka perbaikilah apa-apa yang telah lewat dan manfaatkanlah dengan baik hari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Ingatlah menyesal kemudian tiada guna...

Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu berkata :

"Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak bagus dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke Neraka"

Imam Malik rahimahullah berkata :

"Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)" (At-Tadzkiroh hal 149).

Imam asy-Syafi’i rahimahullah tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab :

"Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk-pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah"

Abdullah bin Dawud rahimahullah berkata :

"Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. Lalu mengejar segala ketertinggalan pada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya" (Ihya Ulumiddin IV/410).

Wahai Saudaraku, bagaimanakah dengan dirimu ?

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
Share:

Rabu, 24 Juli 2019

Motivasi -12 GOLONGAN ORANG YANG DIDOAKAN oleh PARA MALAIKAT

12 GOLONGAN ORANG YANG DIDOAKAN oleh PARA MALAIKAT ๐ŸŒน

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci."
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.
"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia."
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam sholat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan."
(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf."
(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan "aamiin" ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian "aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu."
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?", mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedanguj melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata;  "aamiin" dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan."
(HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim: 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak", dan lainnya berkata, "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)".
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa "sunnah".
(HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
" Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh."
(HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain."
(Al-Hadits dari Abu Umamah Al-Bahily).
๐ŸŒน
Semoga kita semua Selalu berada didlm Rahmat
Taufik dan Hidayah-Nya.
Aamiin Ya Rabbl'alaamiin.

๐ŸŒธDari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู†ْ ุฏَู„َّ ุนَู„َู‰ ุฎَูŠْุฑٍ ูَู„َู‡ُ ู…ِุซْู„ُ ุฃَุฌْุฑِ ูَุงุนِู„ِู‡ِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

SEMOGA BERMANFAAT .
Mzb .
Share:

Minggu, 21 Juli 2019

Motivasi -DUNIA MENURUT IMAM AL-GHAZALI

DUNIA MENURUT IMAM AL-GHAZALI

Dalam kitab KimiyaAs-Sa'adah, Imam Al-Ghazali menjelaskan:
"Dunia ini adalah sebuah panggung atau pasar yang disinggahi para musafir dalam perjalanan mereka ke tempat lain. Di sinilah mereka membekali diri dengan berbagai perbekalan.
Dengan bantuan perangkat indriawinya, manusia harus memperoleh pengetahuan tentang ciptaan Allah dan, melalui perenungan terhadap semua ciptaan-Nya itu, ia akan mengenal Allah.

Pandangan manusia mengenai Tuhannya akan menentukan nasibnya di masa depan. Untuk memperoleh pengetahuan inilah ruh manusia diturunkan ke dunia tanah dan air. Selama indranya masih berfungsi, ia akan menetap di alam ini. Jika semuanya telah sirna dan yang tertinggal hanya sifat-sifat esensinya, berarti ia telah pergi ke “alam lain”.

Selama hidup di dunia ini, manusia harus menjalankan dua hal penting, yaitu melindungi dan memelihara jiwanya, serta merawat dan mengembangkan jasadnya. Jiwa akan terpelihara dengan pengetahuan dan cinta kepada Allah. Sebaliknya, jiwa akan hancur jika seseorang terserap dalam kecintaan kepada sesuatu selain Allah. Sementara itu, jasad hanyalah hewan tunggangan bagi jiwa, yang kelak akan musnah. Setelah kehancuran jasad, jiwa akan abadi. Kendati demikian, jiwa harus merawat jasad layaknya seorang pedagang yang selalu merawat unta tunggangannya.

Tetapi jika ia menghabiskan waktunya untuk memberi makan dan menghiasi untanya, tentu rombongan kafilah akan meninggalkannya dan ia akan mati sendirian di padang pasir.
Untuk bertahan dan berkembang, jasad hanya membutuhkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Tetapi nafsu jasmani yang tertanam dalam dirinya untuk memenuhi ke¬butuhan itu cenderung memberontak mela¬wan nalar yang tumbuhnya lebih lambat ke¬timbang nafsu. Karenanya, nafsu jasmani harus dikendalikan dengan hukum-hukum Tuhan yang diajarkan oleh para nabi.

Lalu, berkenaan dengan dunia yang kita tempati ini, ia terbagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu hewan, tumbuhan, dan mineral. Produk ketiganya terus-menerus dibutuhkan manusia, yang kemudian memunculkan tiga bidang profesi utama, yaitu para pembuat pakaian, tukang bangunan, dan pekerja tambang. Tentu saja ketiga bidang kerja utama itu menurunkan profesi-profesi lain yang lebih khusus, seperti penjahit, tukang batu, tukang besi, dan lain-lain. Semua pekerja dalam berbagai bidang itu saling terkait satu sama lain.

Tidak ada seorang pun yang terlepas dari yang lain. Keadaan ini melahirkan sistem hubungan perdagangan yang pada gilirannya sering kali memunculkan kebencian, iri hati, cemburu, dan penyakit jiwa lainnya. Ujung-ujungnya, timbul pertengkaran dan perselisihan, yang memunculkan kebutuhan terhadap kekuasaan politik dan sipil serta pengetahuan tentang hukum.

Begitulah, berbagai bidang profesi, perdagangan, jasa, dan lain-lain bermunculan di dunia ini yang semakin memperumit keadaan dan menimbulkan kekacauan sosial. Apa pasal?

Karena manusia lupa bahwa kebutuhan mereka sebenarnya hanya tiga, yaitu pakaian, makanan, dan tempat tinggal, yang semuanya semata-mata dibutuhkan agar jasad dapat menjadi tunggangan yang layak bagi jiwa dalam perjalanannya ke alam berikutnya. Mereka terjerumus dalam kesalahan yang sama seperti peziarah ke Mekah yang, karena melupakan tujuan ziarah, menghabiskan seluruh waktunya untuk memberi makan dan menghiasi hewan tunggangannya. Seseorang pasti akan terpikat dan disibukkan oleh dunia – yang menurut Rasulullah daya pikatnya lebih kuat daripada sihir Harut dan Marut – kecuali jika ia mengawasi dan mengendalikan nafsunya dengan ketat."

---Imam Al-Ghazali dalam kitab Kimiya As-Sa'adah
Share:

Kamis, 18 Juli 2019

Motivasi -BERSEDEKAH, JANGAN MENUNGGU KAYA

Renungan Pagi
       ๐Ÿ’ซ๐ŸŒ✨
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

BERSEDEKAH, JANGAN MENUNGGU KAYA

✍ Dalam sebuah hadis :
ุนَู†ْ ุฃَุจِู‰ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ ุฃَุชَู‰ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฑَุฌُู„ٌ ูَู‚َุงู„َ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู‰ُّ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉِ ุฃَุนْุธَู…ُ ูَู‚َุงู„َ « ุฃَู†ْ ุชَุตَุฏَّู‚َ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุตَุญِูŠุญٌ ุดَุญِูŠุญٌ ุชَุฎْุดَู‰ ุงู„ْูَู‚ْุฑَ ูˆَุชَุฃْู…ُู„ُ ุงู„ْุบِู†َู‰ ูˆَู„ุงَ ุชُู…ْู‡ِู„ْ ุญَุชَّู‰ ุฅِุฐَุง ุจَู„َุบَุชِ ุงู„ْุญُู„ْู‚ُูˆู…َ ู‚ُู„ْุชَ ู„ِูُู„ุงَู†ٍ ูƒَุฐَุง ูˆَู„ِูُู„ุงَู†ٍ ูƒَุฐَุง ุฃَู„ุงَ ูˆَู‚َุฏْ ูƒَุงู†َ ู„ِูُู„ุงَู†ٍ ».
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Seseorang pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bertanya: “Wahai Rasulullah, sedekah manakah yang utama?” beliau menjawab:  "Kamu bersedekah dalam keadaan sehat, bakhil, takut miskin, menginginkan kekayaan dan tidak menunda-nunda sampai jika ruh sudah ditenggorokan, kamu mengatakan: “Ini untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian”, ingatlah bahwasanya si fulan telah memilikinya.”
(HR. Bukhari 1419 dan Muslim 1032).

✍  Bersedekah yang utama  adalah :
Bersedekah dalam keadaan sehat, lagi membutuhkan sehingga mempunyai sifat bakhil, takut kemiskinan karna kekayaannnya pas-pasan, dan berharap kaya karena masih banyak harapan dan keinginan.
Bersedekah dalam keadaan masih banyak anggota keluarga yang harus dibiayai, dalam keadaan sedikit dan dibutuhkan.

✍  Nabi Muhammad   ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…   bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“.
(HR. At-Tirmidzi).

✍  Sedekah, itulah cara mudah yang disediakan Allah agar dapat mengikis perbuatan-perbuatan dosa. Cukup dengan tersenyum saja, Anda sudah bersedekah karena senyum adalah salah satu sedekah termudah yang dapat kita sebarkan dengan mengukir garis senyum di bibir kita.

Nabi Muhammad ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda: “Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu.”
(HR. Bukhari).

✍ Tidak punya uang bukan berarti penghalang untuk bersedekah. Lebih baik menjadi tangan di atas daripada tangan di bawah. Itulah mengapa sedekah tidak hanya sekedar tentang uang saja, tetapi juga senyum, membantu orang ketika susah, membersihkan ruangan, tidak membuang sampah ditengah jalan ketika berkendaraan, dan lain sebagainya.

✍  Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda: "Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.”
 (HR. Muslim).

 ✍  Keutamaan sedekah dapat mendatangkan rezeki lagi kepada kita. Jika kita yakin bahwa diri kita bersedekah karena Allah, insya Allah akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik lagi.

✍  Sedekah mengundang  naungan di Hari Akhir. Rasulullah telah jelas mengungkapkan tentang orang-orang yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat nanti, salah satunya adalah orang-orang yang bersedekah.
Nabi Muhammad ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda: Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, maka ia menyembunyikan amalnya itu sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya“. (HR. Bukhari).

✍  Firman Allah Subhanahu Wata'ala agar bersedekah :

ูˆَุฃَู†ْูِู‚ُูˆุง ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َุง ุชُู„ْู‚ُูˆุง ุจِุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุชَّู‡ْู„ُูƒَุฉِ ۛ ูˆَุฃَุญْุณِู†ُูˆุง ۛ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ْู…ُุญْุณِู†ِูŠู†َ

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
(QS. Al- Baqarah:195).

ูŠَุณْุฃَู„ُูˆู†َูƒَ ู…َุงุฐَุง ูŠُู†ْูِู‚ُูˆู†َ ۖ ู‚ُู„ْ ู…َุง ุฃَู†ْูَู‚ْุชُู…ْ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูَู„ِู„ْูˆَุงู„ِุฏَูŠْู†ِ ูˆَุงู„ْุฃَู‚ْุฑَุจِูŠู†َ ูˆَุงู„ْูŠَุชَุงู…َู‰ٰ ูˆَุงู„ْู…َุณَุงูƒِูŠู†ِ ูˆَุงุจْู†ِ ุงู„ุณَّุจِูŠู„ِ ۗ ูˆَู…َุง ุชَูْุนَู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِู‡ِ ุนَู„ِูŠู…ٌ
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
(QS. Al-Baqarah: 215).

ู…َู†ْ ุฐَุง ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُู‚ْุฑِุถُ ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฑْุถًุง ุญَุณَู†ًุง ูَูŠُุถَุงุนِูَู‡ُ ู„َู‡ُ ุฃَุถْุนَุงูًุง ูƒَุซِูŠุฑَุฉً ۚ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَู‚ْุจِุถُ ูˆَูŠَุจْุณُุทُ ูˆَุฅِู„َูŠْู‡ِ ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah :245).

[ Mulia Mulyadi ]
Share:

Senin, 15 Juli 2019

Motivasi -NASEHAT MENYENTUH HATI

NASEHAT MENYENTUH HATI

๐ŸŒฟ Betapa banyak kita lihat manusia saling berlomba mencari dunia, mereka bergegas dan takut akan kehilangan dunia.

๐ŸŒฟ Sementara kita lihat mereka duduk dan berlambat-lambat dalam menghadiri shalat lima waktu berjamaah di masjid-masjid, padahal itu merupakan tiang agama.

๐ŸŒฟDan betapa banyak kita lihat mereka tetap bersabar duduk di jalan-jalan, toko-toko berjam-jam yang lama, mereka mengalami susahnya hawa terik panas dan dingin, demi mengais dunia.

๐ŸŒฟSementara kita melihat mereka tidak bisa bersabar untuk duduk beberapa menit saja di masjid untuk menunaikan shalat atau membaca Alquran.

๐ŸŒฟDan betapa banyak kita lihat para pemuda muslimin mereka berlomba ke lapangan-lapangan bola, mereka menghamburkan banyak uang untuk membeli tiket masuk, kemudian disana ribuan orang berkumpul. Terkadang mereka menghabiskan siang harinya dan begadang malamnya, berdiri dengan kaki mereka, mata mereka tertuju, badan mereka tegak, suara mereka nyaring, menyaksikan para pemain yang menang dari mereka. Mereka rela bersusah payah begini di jalannya setan.

๐ŸŒฟSementara jika mereka dipanggil untuk menghadiri shalat di masjid dengan “Hayya alash Shalah Hayya alal Falaah” mereka pura-pura buta dan tuli dan mereka berpaling. Seolah-olah muadzin itu mengajak mereka ke penjara atau seakan-akan ia meminta hak dari mereka.

ูˆَุฅِุฐَุง ู‚ِูŠู„َ ู„َู‡ُู…ُ ุงุฑْูƒَุนُูˆุง ู„ุง ูŠَุฑْูƒَุนُูˆู†َ ูˆَูŠْู„ٌ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ู„ِู„ْู…ُูƒَุฐِّุจِูŠู†َ

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk. Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
(QS. Al-Mursalat 48)

ูŠَูˆْู…َ ูŠُูƒْุดَูُ ุนَู†ْ ุณَุงู‚ٍ ูˆَูŠُุฏْุนَูˆْู†َ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุณُّุฌُูˆุฏِ ูَู„ุง ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُูˆู†َ ° ุฎَุงุดِุนَุฉً ุฃَุจْุตَุงุฑُู‡ُู…ْ ุชَุฑْู‡َู‚ُู‡ُู…ْ ุฐِู„َّุฉٌ ูˆَู‚َุฏْ ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠُุฏْุนَูˆْู†َ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุณُّุฌُูˆุฏِ ูˆَู‡ُู…ْ ุณَุงู„ِู…ُูˆู†.

"(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkap dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu. Pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan)."
(QS. Al-Qalam 42-43)

๐Ÿ‚ Wahai kaum muslimin, keadaan ini kebanyakan kita sekarang lebih mementingkan dunia dan berpaling dari akhirat.

๐Ÿ’ง Kita tidak mengambil ibrah dari orang yang (telah mati) mendahului kita..

๐Ÿ’ง Kita tidak melihat kepada orang di sekitar kita..

๐Ÿ’ง Kita tidak lagi tersentuh oleh nasehat..

๐Ÿ’ง Kita tidak bisa mengambil manfaat dari peringatan..

๐Ÿ‚ ....Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un....

๐Ÿ‚ Kita memohon kepda Allah semoga Dia mengaruniakan kepada kita taubat, menyadarkan hati kita dari kelalaian ini. Sesungguhnya Dia mendengar dan mengabulkan doa.

sumber WA group
Share:

HUBUNGI TEAM KAMI


Cik Noi; 081359802025

Sri Sulasno; 0852-5141-3499
Buchori; 0821-5277-4914

Mohammad Rosyid; 0813-4869-9143

Frengky; 0823-5333-1223

REKENING GERAKAN SEDEKAH BATU KAJANG



No. Rekening ; 584161676
An. Sri Sulasno

No. Rekening ;
menyusul

REKENING BITCOIN

CARI ARTIKEL.. silahkan masukkan kata kuncinya di kolom kotak,Klik; MOTIVASI, ARTIKEL, KEGIATAN

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Sebar sedekah saat virus Corona

Ustadz Sri Sukasno tetap semangat sebar sedekah atas nama gerakan sedekah batu kajang... semoga Allah selalu melindungi pak ustadz sekeluar...

PELUANG USAHA utk ANDA






Total Pengunjung